Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Sulawesi Selatan

Keseruan Tedong Silaga di Tana Toraja

Setelah menempuh perjalanan panjang yang mengingatkan kita pada sebuah kisah epik, akhirnya kami tiba di Rantepao, tepatnya di terminal Pasar Bolu. Dengan sabar menunggu jemputan menuju Tokarau, kami memutuskan untuk singgah sejenak dan menyelami keindahan kain tenun Toraja. Di Pasar Bolu, setiap sudut dipenuhi dengan beragam pilihan kain yang memikat—kain panjang seharga 200 ribu, kain pendek 150 ribu, dan kain bukan tenun hanya 75 ribu. Keberagaman ini tak hanya menawan mata, tetapi juga memperkaya perjalanan kami dengan tas-tas asli Toraja yang penuh warna. Perjalanan dari Palu memakan waktu seharian, namun semua lelah itu terbayar lunas saat kami disambut hangat oleh keluarga besar Om Daud, yang baru saja kembali dari Malaysia. Senyuman ceria dari sepupuku, Kak Oda, Oteng Jum, dan keponakanku, Wil, membuat kami merasa seolah telah pulang ke rumah yang telah lama ditinggalkan. Aroma kopi Toraja yang kental menyambut kami layaknya pelukan hangat. Kami berkumpul di teras rumah, di ten...

Leang-Leang, Menelusuri Keindahan Arkeologi Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan memiliki banyak tempat wisata yang menarik dan menawarkan pengalaman yang tak terlupakan bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan alam dan sejarah Indonesia. Salah satu tempat wisata yang populer di Sulawesi Selatan adalah Leang-Leang, sebuah kompleks gua yang menjadi situs arkeologi penting di Indonesia. Leang-Leang terletak di Desa Leang-Leang, Kecamatan Maros, Sulawesi Selatan. Kompleks gua ini terdiri dari beberapa gua yang dihuni oleh manusia purba sekitar 5.000 hingga 10.000 tahun yang lalu. Selain itu, Leang-Leang juga memiliki situs megalitikum yang tersebar di seluruh area kompleks gua. Megalitikum adalah batu-batu besar yang ditemukan di sekitar kompleks gua yang diyakini sebagai peninggalan manusia purba. Bagi para pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan arkeologi, Leang-Leang adalah tempat yang tepat untuk mempelajari sejarah manusia purba di Sulawesi Selatan. Terdapat beberapa gua yang terbuka untuk umum, seperti Gua Petta Kere, Gua Pettae,...

Rumah Tongkonan: Mempertahankan Warisan Budaya untuk Generasi Selanjutnya

Rumah Tongkonan adalah rumah adat tradisional suku Toraja yang berasal dari Sulawesi Selatan, Indonesia. Rumah Tongkonan dikenal karena bentuk atapnya yang khas berbentuk seperti perahu terbalik, serta ukiran-ukiran yang rumit dan detail pada dindingnya. Rumah Tongkonan biasanya terbuat dari kayu dan memiliki beberapa lantai. Bagian bawah rumah digunakan sebagai tempat untuk menyimpan beras dan barang-barang lainnya, sedangkan bagian atas digunakan sebagai tempat tinggal keluarga. Tiap rumah Tongkonan dihuni oleh beberapa keluarga yang terdiri dari beberapa generasi. Salah satu ciri khas rumah Tongkonan adalah atapnya yang terbuat dari ijuk, daun rumbia, atau sirap. Atap ini dirancang agar dapat menahan cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan yang seringkali memicu banjir, angin kencang, dan hujan lebat. Bentuk atap yang melengkung ke atas dianggap mewakili perahu, yang merupakan lambang kemakmuran dan keberhasilan. Di dalam rumah Tongkonan, terdapat ukiran-ukiran yang sangat detail dan inda...

Intip Uniknya Rumah Tongkonan Totondok

Rumah Tongkonan, Rumah adat Toraja, yang unik dan penuh makna. Keunikan rumah adat Tongkonan, bentuk bagian atap yang menyerupai perahu terbalik, dan ujung dibuat melengkung di bagian muka dan belakang,  hampir semua dinding dipenuhi  ukiran, dalam bahasa Toraja disebut Passura, seni  ukiran rumah Tongkonan mempunyai makna dan penempatan harus sesuai. Rumah Tongkonan Totondok Ini adalah kali pertama saya berkunjung ke Tongkonan keluarga, di  daerah Balusu, Kawasik, Tondok, Toraja Utara. Tongkonan telah menjadi warisan dari waktu ke waktu, secara komunal dan  dari generasi ke generasi, Kelompok yang dimaksud adalah kelompok keluarga yang dihubungkan oleh suatu garis keturunan atau keturunan dari suatu rumpun keluarga sehingga kelompok keluarga tersebut merasa perlu untuk membangun sebuah rumah yang merupakan lambang kesatuan kelompok, dan rumah tersebut dinamakan Tongkonan. Rumah Adat Tongkonan Totondok Rumah Adat Tongkonan merupakan rumah adat suku Toraja yang m...

Lolai Toraja Negeri di Atas Awan

Lolai, negeri di atas awan Toraja yang mempesona, awan stratus berkumpul untuk menutupi desa di bawah puncak Lolai Tongkonan Lempe,  seolah berada di negeri surgawi!  Negeri Di Atas Awan Toraja, menjelang matahari terbit kabut menyelimuti puncak Lolai Toraja, suasana Negeri di Atas Awan begitu indah, pemandangan pegunungan membuat banyak wisatawan yang berkunjung ke Tana Toraja  rela bangun pagi lebih awal. untuk mendapatkan momen terbaik dari puncak lolai Toraja Utara,  tepatnya di  kecamatan kapala Pitu. Lolai, Tongkonan Lempe, Selain itu, banyak juga penginapan lain di luar kawasan Tongkonan-Lempe dan beberapa vila di Lolai Toraja.  Alternatif lain bagi yang suka berkemah dan kebetulan membawa perlengkapan camping,  cari lokasi camping ground dengan pemandangan yang paling kece dan nyaman, tidak dianjurkan untuk membuang sampah di sembarang tempat, jagalah selalu kebersihan. Menikmati pemandangan indah dari ketinggian maksimal 1.300 km di atas permu...

Tradisi Pemakaman Suku Toraja Muslim di Tokarau

Bayangkan keindahan alam, budaya, dan tradisi dari Toraja yang unik,  dan tidak dapat ditemukan di daerah lain di Indonesia,  pemakaman mayat di dalam gua-gua batu yang terdapat di daerah Londa, dan Ketekesu, wisata Toraja, Menhir Bori kalimbuang, Lolai, Kuburan Bayi kambira, Tongkonan Totondok, Palawa & pertunjukan adu kerbau Ma`pasilaga Tedong di Tana Toraja, i tu benar-benar luar biasa!  Pelaksanaan Pemakaman di Tokkarau Ini adalah perjalanan pertama saya di Tana Toraja, tetapi Tuhan menginginkan yang lain, mengumpulkan kami dalam suasana perpisahan, ketidak mampuan manusia untuk menghadapi kematian sebagai peristiwa yang diinginkan. Palu, Pukul 15.30 WITA saya mendengar klakson mobil di luar rumah seorang pria turun dengan suara  salam dari balik pagar, saya  membuka pintu rumah, sambil membawa tas. Sopir  mengambil dan mengemasi barang-barang saya di bagasi, hari ini saya menemani mama,  mengunjungi keluarga besar kami di  Toraja....

La Galigo Karya Sastra Terpanjang Dan Tertua Di Dunia

La Galigo atau umumnya dikenal sebagai I La Galigo, adalah karya sastra (epos) terpanjang di dunia dengan panjang 9.000 halaman. ada dugaan bahwa epik ini mungkin lebih tua dari tulisan Mahabrata dari India.  La Galigo merupakan tradisi lisan  masyarakat Sulawesi Selatan, diturunkan  dari generasi ke generasi sebelum dikenalnya  aksara. Epos ini menceritakan penciptaan alam semesta oleh raja dunia atau raja langit  bernama La Patiganna, disebut pula epos ini bercerita tentang Sawerigading seorang pahlawan  gagah berani dan juga perantau. La Galigo adalah karya sastra dari Kerajaan Luwu, Sulawesi Selatan,  berisi bentuk puisi yang ditulis dalam bahasa Bugis kuno.  La Galigo  bukanlah teks historis karena konten nya penuh dengan mitos dan peristiwa peristiwa luar biasa, namun demikian, epik ini selalu menawarkan ikhtisar sejarawan mengenai kebudayaan Bugis sebelum abad ke-14. Museum La Galigo Museum La Galigo adalah salah satu dari sekian bany...

Desain Masjid Kubah 99 Uniknya Wisata Religi di Makassar

Desain  Masjid  Kubah 99 di Makassar  terlihat  begitu  unik dan  megah, siapapun  akan takjub dengan rupa dan bentuk Masjid yang memiliki banyak kubah ini. Sesuai dengan namanya masjid ini memiliki kubah-kubah dengan berbagi macam ukuran menghiasi atas bangunan Masjid 99 Kubah, membuat nampak terlihat  ikonik. Masjid 99 Kubah Makassar Masjid Kubah 99 di Makassar dibangun diatas tanah reklamasi   di seberang pantai Losari,  tepatnya  di  Center Point of Indonesia (CPI) Pantai Losari,  Menjadi ikon baru Kota Makassar, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil  di dapuk sosok arsitek andal dibalik keunikan  Masjid  dengan puluhan Kubah ini.  Bangunan indah masjid menghabiskan dana sebesar172 Miliar ini, akan menjadi salah satu masjid termegah di Pulau Sulawesi dan Indonesia Timur. Pemandangan Masjid 99 kubah  nampak menawan bersama sinar matahari tenggelam di sore hari, memberikan nuansa tersendiri ...

Tonrangeng River Side Parepare, Wisata Tepi Sungai Yang Romantis

Tonrangeng  River Side  (TRS) , merupakan salah satu icon baru di kota Parepare, Sulawesi Selatan, nama Parepare dalam bahasa bugis berarti "Kain Penghias" dan juga merupakan kota kelahiran Presiden RI Ke-3  B. J. Habibie. Tonrangeng River Side berada tepatnya di kawasan Ajattapareng, Tonrangeng River Side merupakan jembatan layang yang juga merupakan akses penghubung Jembatan sumpang dengan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Pendidikan Hasri Ainun Habibie, loading... loading... loading...  juga digadang-gadang akan jadi pendukung lahirnya rumah sakit berkonsep Medical Tourism di Parepare.keren bukan walaupun sakit tapi masih bisa liburan menikmati keindahan kota Parepare. Tonrangeng  River Side  (TRS) Di kawasan wisata Tonrangeng River Side kita bisa bersantai sambil menikmati pemandangan alam nan indah diantara aliran sungai, waktu paling kekinian untuk menikmati pemandangan Tonrangeng River Side adalah di malam hari, jembatan ini akan terlihat gemerlap d...

Malino Kota Bunga Wisata Lokal Rasa Luar Negeri

Malino Kota Bunga menikmati segarnya udara  sejuk pegunungan  Malino  menghadirkan keunikan serasa kota - kota di luar negeri.  Malino kota bunga merupakan salah satu destinasi wisata andalan Provinsi Sulawesi Selatan.  Malino Kota Bunga Banyak objek wisata menarik dapat kita temukan di  Malino kota bunga ,  ada Air Terjun Tapakala, Malino Highlands, Air Terjun Lembanna, Lembah Biru, Goa Jepang,  Air Terjun Parang Bugisi dan masih banyak lagi.   Malino Kota Bunga juga merupakan salah satu lokasi berkuda di makassar  sangat digandrungi wisatawan. Perjalanan Malino Makassar berjarak kurang lebih 95 Km, tepatnya berada di  kecamatan Tinggi moncong Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.    Tempat berkuda di makassar dapat kita temukan di Malino Kota Bunga, k uda jantan ini tampak begitu menarik perpaduan blackpink dan aksesoris  hewan betina lengkap dengan hiasan, namun dibalik solek menyerupai  betina, terlihat waja...