Setelah menempuh perjalanan panjang yang mengingatkan kita pada sebuah kisah epik, akhirnya kami tiba di Rantepao, tepatnya di terminal Pasar Bolu. Dengan sabar menunggu jemputan menuju Tokarau, kami memutuskan untuk singgah sejenak dan menyelami keindahan kain tenun Toraja. Di Pasar Bolu, setiap sudut dipenuhi dengan beragam pilihan kain yang memikat—kain panjang seharga 200 ribu, kain pendek 150 ribu, dan kain bukan tenun hanya 75 ribu. Keberagaman ini tak hanya menawan mata, tetapi juga memperkaya perjalanan kami dengan tas-tas asli Toraja yang penuh warna. Perjalanan dari Palu memakan waktu seharian, namun semua lelah itu terbayar lunas saat kami disambut hangat oleh keluarga besar Om Daud, yang baru saja kembali dari Malaysia. Senyuman ceria dari sepupuku, Kak Oda, Oteng Jum, dan keponakanku, Wil, membuat kami merasa seolah telah pulang ke rumah yang telah lama ditinggalkan. Aroma kopi Toraja yang kental menyambut kami layaknya pelukan hangat. Kami berkumpul di teras rumah, di ten...
Papa Hiu, situs yang menyajikan tips dan cerita perjalanan seru untukmu!